A girl with a big lie…
Memang susah menebak sesuatu yang
tidak terlihat oleh mata…
Aku lelah bertengkar dan memulai
pertengkaran dengannya…
Memang aku tak melihatnya namun
ku merasakan na perlahan namun sengaja ku biarkan…
Aku tak berani bertindak tanpa ada
bukti yang bisa membuatnya berbicara,akupun hanya bisa bersabar dan menunggu
saat-saat yang tepat untuk membongkar dan mempertanyakan hal itu. Semakin lama
hal ini membuatku resah ingin kutinggalkan dirinya saat itu tetapi sesuatu
mengingatkanku akan hal untuk tak meninggalkannya mungkinkah itu kasihsayang
atau hanya perasaanku saja saat itu…
Waktu itu aku tak ingat tepatnya
tanggal dan hari apa, tapi yang pasti aku ingat waktu itu aku sedang bersama
dengannya di rumah kontrakannya, waktu itu kami sedang bercanda sebagaimananya
orang pacaran, bercerita dan saling usil, tiba-tiba berderinglah hp nexian
pacar ku itu, perasaan curiga pasti tetap ada namun ku buang jauh-jauh pikiran
itu..
Lalu setelah dia membuka isi
pesan dari orang itu dengan spontan ku Tanya dia.. “siapa itu mi” lantun ku
seperti itu kepadanya, lalu dia menjawab “temen pi, adik kelas dulu smp di
kampung”…
Lalu dengan seperti biasanya ku
bercanda mengatakan slingkuhannya namun itu hanya canda belaka,sedikitpun waktu
itu tak terlintas dipikiranku jika pacarku sendiri akan selingkuh dengannya.
Setelah lama mereka berkenalan
tiba-tiba adik kelas pacarku itu mulai menyatakan cinta kepada pacarku sendiri,
aku pun hanya bisa tertawa kecil dan bilang “terserah kamu lah mi,inget kamu
itu udah pnya pipi” begitu ujarku kepadanya kemudian dia berkata “ahh dy itu
masih bocah pi, mana aku suka sama dia dan lagian dia dari kampung dan aku
janji gk akan pacaran dan nikah sama orang dari kampungku sendiri terutama desa
buli*n”, aku percaya akan hal itu karena pacarku sendri pernah mengatakan itu
sebelumnya kepadaku.
Hari-haripun berlalu tibalah
saatnya ulangan umum namun pacarku belum memberikan jawaban kepada adik kelas
itu, namun ia pun tak menyerah kemudian pacarku sendiri meminta waktu untuk
memikirkannya dan belajar untuk ulangannya, akupun Sempat memberitaunya jika
tidak baik untuk menyakiti perasaan orang lain,bukan berarti aku memberikan
kesempatan untuk membagi hati dan kasih sayang namun aku hanya bermaksud agar
dia menolaknya dengan cara halus dan berterus terang jika sudah mempunyai
seseorang dihatinya.
Seminggu telah berlalu ulanganpun
berakhir ….
Mulai saat inilah aku tak tau
kelanjutan cerita dari anak kelas itu pacarku sendiri sudah ntak pernah
membicarakaannya lagi mungkin dia mendengarkan nasihatku waktu itu dan aku pun
tak pernah memikirkannya lagi tapi aku sering melihat mereka kelihatan akrab di
sebuah situs jejaring.
Saat itu aku sedang bersama pacarku
di kontrakannya, saat itu kami sedang menonton tv bersama tiba-tiba
berderinglah hp pacarku lalu akupun mengambilnya duluan, tak ku sangka bocah
dari desa itu memanggil pacarku dengan sebutan cyank, dari sanalah aku mulai
curiga kemudian pacarku menerangkan bahwa dia hanya iseng belaka memanggil
dengan sebutan cyank seperti panggilan bagaikan pacar itu. Aku hanya terdiam
dan memojok, kemudian pacarku bercerita dan sekaligus meminta ijin untuk pulang
kampung mengisi liburannya dengan teman-temannya disana, disinipun aku tambah
curiga dan mulai untuk berfikiran negative.
Dengan berat hati aku memberikan
ijin kepadanya tapi dengan syarat cepat balik pulang dan temani aku lewat sms
atau telefon dengan senyum dia mengganggukan kepalanya. Sesampainya dikampung
dia bilang dia sangat sibuk membantu pekerjaan orang disana namun ku percaya
akan hal itu.
Setiap kali aku sms mungkin
sekitar setengah jam lamanya untuk mendapat balasan, inginku menyuruhnya untuk
cepat balik agar ku dapat selalu berada disampingnya, sesudahnya dia selesai
dengan pekerjaanya itu dia pun menemaniku sms’an dia bilang aka ada konser
music 2 hari lagi didesanya dan dia ingin sekali pergi untuk menonton konser
musik itu, aku hanya bisa menasehatinya agar berhati-hati dan seperti biasa
mengingatkannya agar tidak nakal dan berperilaku seperti perempuan murahan
tentunya.
Malam itu waktu dia menghadiri
konser music itu aku mulai merasa kesepian seperti tak memiliki pacar sms pun
tak di balasnya perasaan ini mulai gundah pikiran ini mulai berfikir yang salah
dan curiga mulai menyerangku…
Akhirnya setelah 2 jam lamanya
dia mulai membalas sms ku dengan meminta maaf karena tidak dapat menemaniku tapi
aku sangat curiga waktu itu, bahasa dan gaya smsnya sangat berbeda tidak
seperti biasanya aku berfikir jika HPnya
di joki oleh orang lain dan dia bisa berkenalan dengan orang di desa malam itu,
perasaan curiga masih tetap menyelinapi hati ini kemudian kamipun bertengkar
karena masalah sms yang aku singgung tadi.
2 hari berlalu dan dia siap untuk
balik ke rumahnya, akupun sudah tak sabar menanti kehadirannya, sesampainya
dirumah kamipun berkumpul bersama lagi dan tetntunya aku memintanya untuk
bercerita tentang liburnya di desa, akupun sempat berfikir jika pacarku akan
bertemu bocah desa itu dan mungkin mereka berkenalan disana dan tak
menghiraukan sms ku. Ternyata benar apa yang aku pikirkanmereka saling bertemu
dan pastinya mereka @#$#@^&#* yahh mungkin pembaca taulah apa maksudku itu,
setelah itu kami pun beristirahat bersama sekitar 2 jam lamanya hp pacarku berdering
tanda adanya sms kemudian dia mengambil dan membukanya ternyata dari bocah
kampung itu lagi yang tak hentinya memanggil dengan sebutan cayank kepada
pacarku, aku hanya bisa cemberut dan merasa di duakan olehnya namun dia
merayuku lagi dan menjelaskan itu hanya canda belaka, namun kali ini aku sudah
mulai berfikir sangat curiga.
Tepatnya tanggal 4 jam setngah 6
sore pacarku sedang mencuci baju di kamar mandi saat itulah aku ingin meminjam
hp untuk bermain game super miners di hp e63nya namun sebelum itu aku melihat
smsnya, tak ku sangka aku yang sudah bersama dan selalu menemaninya dalam
keadaan senang,sedih,maupun skit sekalipun ternyata di selingkuh di belakangku
dan apa yang aku pikirkan ternyata benar selama ini.
Rasa sedih bercampur dengan rasa
marah tak karuan rasanya, ingin ku melempar hpnya saat itu namun ku uruungkan
hal itu, setelahnya dia selesai mencuci baju kemudian dia mengajak untuk
menghantarkannya membeli kain untuk membuat kebaya namu kujawab dengan nada
rendah, disaat itulah dia merasa aneh akan aku, kemudian dia memelukku dari
belakang dan bertanya “kenapa pi? Kok diem?” aku hanya menjawab dengan berkata
tidak dengan nada rendah dan sedih, dan dia mulai bertanya akan keadaanku saat
itu.
Aku pun mulai mempertanyakan hal
itu.
Kami pun bertengkar dan akupun
bersedih di pojok pintu kamar, saat itu juga aku sedang sakit gigi ditambahnya
lagi aku sakit hati lengkaplah penderitaanku hari itu, mungkin perempuan lain
jika melihat pacarnya sedih mungkin dia akan mendekati dan membujuknya agar
tidak bersedih lagi…. Namun ini berbeda dia hanya menghiraukan sinetron yang
ada di tv mungkin dia hanya mengganggpku seperti binatang saat itu, tak lama
aku berfikir untuk mengakhiri hidup saat itu mumpung sakit gigi ditambah sakit
hati kemudian kupecahkan mangkok yang berada di sampingnya, dia pun terkejut
namun tetap tak bereaksi apapun pikirku inikah yang namanya kesetian
membiarkanku mati di depannya dan hanya mementingkan tv yang ada di
depannya?.., akupun menggengam erat pecahan mangkok tadi tak terasa jari
telunjuk mulai robek dan mengeluarkan darah tak sanggup ku meninggalkannya
karena aku benar-benar sayang dan setia kepadanya tapi mengapa dia bersikap
seperti ini kepadaku..
I hate something like this..
I want leave you but I can’t…
I want run away but my heart
saying no..
This is a pure love I give only
for you..
I just want u be a honest and
loyal because you’re my responsible…
I just want loving you with a
smile without a tears..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar