Selasa, 22 Januari 2013

A girl with a big lie…



A girl with a big lie…

Memang susah menebak sesuatu yang tidak terlihat oleh mata…
Aku lelah bertengkar dan memulai pertengkaran dengannya…
Memang aku tak melihatnya namun ku merasakan na perlahan namun sengaja ku biarkan…
Aku tak berani bertindak tanpa ada bukti yang bisa membuatnya berbicara,akupun hanya bisa bersabar dan menunggu saat-saat yang tepat untuk membongkar dan mempertanyakan hal itu. Semakin lama hal ini membuatku resah ingin kutinggalkan dirinya saat itu tetapi sesuatu mengingatkanku akan hal untuk tak meninggalkannya mungkinkah itu kasihsayang atau hanya perasaanku saja saat itu…
Waktu itu aku tak ingat tepatnya tanggal dan hari apa, tapi yang pasti aku ingat waktu itu aku sedang bersama dengannya di rumah kontrakannya, waktu itu kami sedang bercanda sebagaimananya orang pacaran, bercerita dan saling usil, tiba-tiba berderinglah hp nexian pacar ku itu, perasaan curiga pasti tetap ada namun ku buang jauh-jauh pikiran itu..
Lalu setelah dia membuka isi pesan dari orang itu dengan spontan ku Tanya dia.. “siapa itu mi” lantun ku seperti itu kepadanya, lalu dia menjawab “temen pi, adik kelas dulu smp di kampung”…
Lalu dengan seperti biasanya ku bercanda mengatakan slingkuhannya namun itu hanya canda belaka,sedikitpun waktu itu tak terlintas dipikiranku jika pacarku sendiri akan selingkuh dengannya.
Setelah lama mereka berkenalan tiba-tiba adik kelas pacarku itu mulai menyatakan cinta kepada pacarku sendiri, aku pun hanya bisa tertawa kecil dan bilang “terserah kamu lah mi,inget kamu itu udah pnya pipi” begitu ujarku kepadanya kemudian dia berkata “ahh dy itu masih bocah pi, mana aku suka sama dia dan lagian dia dari kampung dan aku janji gk akan pacaran dan nikah sama orang dari kampungku sendiri terutama desa buli*n”, aku percaya akan hal itu karena pacarku sendri pernah mengatakan itu sebelumnya kepadaku.
Hari-haripun berlalu tibalah saatnya ulangan umum namun pacarku belum memberikan jawaban kepada adik kelas itu, namun ia pun tak menyerah kemudian pacarku sendiri meminta waktu untuk memikirkannya dan belajar untuk ulangannya, akupun Sempat memberitaunya jika tidak baik untuk menyakiti perasaan orang lain,bukan berarti aku memberikan kesempatan untuk membagi hati dan kasih sayang namun aku hanya bermaksud agar dia menolaknya dengan cara halus dan berterus terang jika sudah mempunyai seseorang dihatinya.
Seminggu telah berlalu ulanganpun berakhir ….
Mulai saat inilah aku tak tau kelanjutan cerita dari anak kelas itu pacarku sendiri sudah ntak pernah membicarakaannya lagi mungkin dia mendengarkan nasihatku waktu itu dan aku pun tak pernah memikirkannya lagi tapi aku sering melihat mereka kelihatan akrab di sebuah situs jejaring.
Saat itu aku sedang bersama pacarku di kontrakannya, saat itu kami sedang menonton tv bersama tiba-tiba berderinglah hp pacarku lalu akupun mengambilnya duluan, tak ku sangka bocah dari desa itu memanggil pacarku dengan sebutan cyank, dari sanalah aku mulai curiga kemudian pacarku menerangkan bahwa dia hanya iseng belaka memanggil dengan sebutan cyank seperti panggilan bagaikan pacar itu. Aku hanya terdiam dan memojok, kemudian pacarku bercerita dan sekaligus meminta ijin untuk pulang kampung mengisi liburannya dengan teman-temannya disana, disinipun aku tambah curiga dan mulai untuk berfikiran negative.
Dengan berat hati aku memberikan ijin kepadanya tapi dengan syarat cepat balik pulang dan temani aku lewat sms atau telefon dengan senyum dia mengganggukan kepalanya. Sesampainya dikampung dia bilang dia sangat sibuk membantu pekerjaan orang disana namun ku percaya akan hal itu.
Setiap kali aku sms mungkin sekitar setengah jam lamanya untuk mendapat balasan, inginku menyuruhnya untuk cepat balik agar ku dapat selalu berada disampingnya, sesudahnya dia selesai dengan pekerjaanya itu dia pun menemaniku sms’an dia bilang aka ada konser music 2 hari lagi didesanya dan dia ingin sekali pergi untuk menonton konser musik itu, aku hanya bisa menasehatinya agar berhati-hati dan seperti biasa mengingatkannya agar tidak nakal dan berperilaku seperti perempuan murahan tentunya.
Malam itu waktu dia menghadiri konser music itu aku mulai merasa kesepian seperti tak memiliki pacar sms pun tak di balasnya perasaan ini mulai gundah pikiran ini mulai berfikir yang salah dan curiga mulai menyerangku…
Akhirnya setelah 2 jam lamanya dia mulai membalas sms ku dengan meminta maaf karena tidak dapat menemaniku tapi aku sangat curiga waktu itu, bahasa dan gaya smsnya sangat berbeda tidak seperti biasanya  aku berfikir jika HPnya di joki oleh orang lain dan dia bisa berkenalan dengan orang di desa malam itu, perasaan curiga masih tetap menyelinapi hati ini kemudian kamipun bertengkar karena masalah sms yang aku singgung tadi.
2 hari berlalu dan dia siap untuk balik ke rumahnya, akupun sudah tak sabar menanti kehadirannya, sesampainya dirumah kamipun berkumpul bersama lagi dan tetntunya aku memintanya untuk bercerita tentang liburnya di desa, akupun sempat berfikir jika pacarku akan bertemu bocah desa itu dan mungkin mereka berkenalan disana dan tak menghiraukan sms ku. Ternyata benar apa yang aku pikirkanmereka saling bertemu dan pastinya mereka @#$#@^&#* yahh mungkin pembaca taulah apa maksudku itu, setelah itu kami pun beristirahat bersama sekitar 2 jam lamanya hp pacarku berdering tanda adanya sms kemudian dia mengambil dan membukanya ternyata dari bocah kampung itu lagi yang tak hentinya memanggil dengan sebutan cayank kepada pacarku, aku hanya bisa cemberut dan merasa di duakan olehnya namun dia merayuku lagi dan menjelaskan itu hanya canda belaka, namun kali ini aku sudah mulai berfikir sangat curiga.
Tepatnya tanggal 4 jam setngah 6 sore pacarku sedang mencuci baju di kamar mandi saat itulah aku ingin meminjam hp untuk bermain game super miners di hp e63nya namun sebelum itu aku melihat smsnya, tak ku sangka aku yang sudah bersama dan selalu menemaninya dalam keadaan senang,sedih,maupun skit sekalipun ternyata di selingkuh di belakangku dan apa yang aku pikirkan ternyata benar selama ini.
Rasa sedih bercampur dengan rasa marah tak karuan rasanya, ingin ku melempar hpnya saat itu namun ku uruungkan hal itu, setelahnya dia selesai mencuci baju kemudian dia mengajak untuk menghantarkannya membeli kain untuk membuat kebaya namu kujawab dengan nada rendah, disaat itulah dia merasa aneh akan aku, kemudian dia memelukku dari belakang dan bertanya “kenapa pi? Kok diem?” aku hanya menjawab dengan berkata tidak dengan nada rendah dan sedih, dan dia mulai bertanya akan keadaanku saat itu.
Aku pun mulai mempertanyakan hal itu.
Kami pun bertengkar dan akupun bersedih di pojok pintu kamar, saat itu juga aku sedang sakit gigi ditambahnya lagi aku sakit hati lengkaplah penderitaanku hari itu, mungkin perempuan lain jika melihat pacarnya sedih mungkin dia akan mendekati dan membujuknya agar tidak bersedih lagi…. Namun ini berbeda dia hanya menghiraukan sinetron yang ada di tv mungkin dia hanya mengganggpku seperti binatang saat itu, tak lama aku berfikir untuk mengakhiri hidup saat itu mumpung sakit gigi ditambah sakit hati kemudian kupecahkan mangkok yang berada di sampingnya, dia pun terkejut namun tetap tak bereaksi apapun pikirku inikah yang namanya kesetian membiarkanku mati di depannya dan hanya mementingkan tv yang ada di depannya?.., akupun menggengam erat pecahan mangkok tadi tak terasa jari telunjuk mulai robek dan mengeluarkan darah tak sanggup ku meninggalkannya karena aku benar-benar sayang dan setia kepadanya tapi mengapa dia bersikap seperti ini kepadaku..



I hate something like this..
I want leave you but I can’t…
I want run away but my heart saying no..
This is a pure love I give only for you..
I just want u be a honest and loyal because you’re my responsible…
I just want loving you with a smile without a tears..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar